Headlines News :
Home » » 2.4 Utilitas

2.4 Utilitas

Written By Unknown on Rabu, 17 April 2013 | 13.30

1.    Penghawaan
Pada awalnya sistem penghawaan pada stadion Gelora Bung Karno menggunakan penghawaan alam, hal itu masih dapat terlihat pada beberapa dinding yang diberi lubang-lubang sebagai ventilasi udara agar hawa alami dari luar bangunan dapat tersirkulasi dengan baik.
 


Dinding yang berlubang untuk penghawaan alami
namum untuk menjadi fasilitas olah raga berkelas Internasional sesuai setandar FIA maka ada beberaparuang yang mengunakan AC sebagai penghawaan buatan.
 

Perangkat penghawaan buatan yang digunakan pada Stadion Bung Karno

2.    Pencahayaaan

Bangunan ini direncanakan sudah terdapat lampu namun cahaya matahari tetap dimanfaatkan sebagai pencahayaan alami, hal ini nampak dari berapa bukaan pada dinding kaca yang sampai saat ini masih dimanfaatkan sebagai pencahayaan alami pada siang hari.

Sistem pencahayaan alami yang digunakan di Stadion Bung Karno
Untuk pertandingan pada malam hari digunakan lampu Arena 400.000 watt (1500 lux) broadcast reference.

Situasi pencahayaan di Stadion Bung Karno pada malam hari

3.    Pemadam kebakaran

Sebagai pengaman terhadap bahaya kebakaran, Gelora Bung Karno di lengkapi dengan detektor, seprinkler dan hydrant box di tempat yang strategis.


4.    Tangga darurat
Terdapat pintu dan tangga darurat serta jalur evakuasi untuk mengantisipasi pada saat terjadi keadaan darurat.
Bangunan Stadion Gelora Bungkarno ini memiliki 5 lantai dan transportasi vertikalnya dilengkapi dengan lift, selain untuk memudahkan aktifitas antarlantai hal ini juga menjadi salah satu standar yang ditetapkan oleh FIFA.




5.    Drainase

Sistem drainase pada lapangan mendapat perlakuan khusus, pertama adalah tanah digali sedalam 40 cm, kemudian dipasang pipa yang membentang sejajar dengan sisi lebar lapangan dengan jarak 3 m (pipa dilubangi sedemikian rupa agar air dapat masuk), setelah pipa terpasang kemudian dilapisi batu split setebal 20 cm, setelah itu dilapisi dengan ijuk atau kawat strimin dan dilapisi dengan pasir kasar 15 cm dan pasir halus 5 cm baru kemudian di tanami rumput sebagai finishing. Dengan demikian pada saat hujan, air akan meresap dan mengalir melalui pipa dan dialirkan ke parit yang mengelilingi lapangan kemudian diteruskan ke saluran luar bangunan.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Arsitektur Universitas Lampung | udherdhoank | Poetra_sesano | Suwan_Onek
Copyright © 2013. Arsitektur Unila
Template Created by Creating Website Published by Arsitektur Unila
Proudly powered by Blogger