Headlines News :

Data Objek

Data Objek
·         Nama Objek           : Masjid Dian Al Mahri
·        Lokasi                     : Jl. Meruyung, Kel. Limo, Kec. Cinere, Depok
·         Fungsi                     : Tempat Ibadah Umat Islam.
·         Luas Lahan             : 70 Hertare
·         Dibangun                : April 1999, selesai Tahun 2003.
·         Pengelola                : Oleh Pemilik

Latar Belakang dan Fungsi Bangunan

1.1 LATAR BELAKANG

Masjid ini mulai dibangun April 1999 oleh seorang dermawan, pengusaha asal Banten bernama Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid, istri dari Drs H. Maimun Al Rasyid, yang membeli tanah kawasan ini sejak tahun 1996. Sering disebut sebagai Masjid Kubah Emas karena memang kubah-kubah dari masjid ini dilapisi emas 24 karat setebal 2-3 milimeter. kubah-kubah tersebut terdiri dari satu kubah utama, dan empat kubah kecil. Bila dijumblahkan adalah lima yang berarti melambangkan rukun Islam.
Selain itu dipojok-pojok masjid berdiri pula enam menara dengan tinggi 40 meter disertai enam kubah ditasanya, ini melambangkan rukun iman.
Masjid ini digadang-gadangkan sebagai masjid termegah se-Asia Tenggara melebihi masjid Istiqlal di Jakarta.

1.2 FUNGSI BANGUNAN

Masjid Kubah Emas adalah banguna publik yang berfungsi sebagai tempat Ibadah Umat Islam , rencananya selain Masjid  lahan  ini akan dijadikan  Islamic Centre. Nantinya akan ada lembaga dakwah, dan rumah tinggal. Semua bangunan tersebut merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang diberi namaKawasan Islamic Center Dian Al-Mahri.

2.1 Out Door

1.    Tata Guna Lahan
Selain bangunan utama sebagai tembat ibadah kawasan Masjid Kubah emas juga terdapat bangunan-bangunan pendukung seperti gedung serba guna, ruko Dian Al-Mahri, rumah tinggal Ibu Dian, danau, area parkir dan beberapa villa.



2.    Akses
Akses masuk dalam site terpisah dengan akses keluar dan dalam kondisi tertentu akses masuk dan keluar dapat dipusatkan pada satu titik tapi sirkulasi dalam site tetap terpisahTata Parkir
Pembagian lahan parkir terbagi menjadi dua titik. Lahan parkir utama terletak di lahan bagian belakang yang mampu menampung ± 100 bus dan 1200 kendaraan pribadi roda empat. Tak jauh dari lahan parkir utama terdapat space area yang difungsikan untuk mengatasi kelebihan kapasitas pada lahan parkir utama.



3.    Tata Hijau
Masjid Kubah Emas memaksimalkan tata hijau pada perancangan landscapenya, hal itu dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang rindang dan sejuk namun pada lahan parkir utama vegetasi hanya terdapat pada tepian sehingga tidak ada pelindung untuk kendaraan terhadap panas matahari .  
4.    Tata Penerangan
Tata cahaya pada bagian luar Masjid sangat maksimal, sehingga di setiap sisi dapat terexplore dengan baik.Sehingga pada malam hari dan setiap bagian masjid serta taman tampak dengan jelas.

2.3 Struktur

1.    Pola Struktur
Pola struktur Masjid Kubah Emas menggunakan pola Grid segi empat polygonal. Pola struktur kolom berpola Grid segi empat polygonal yang dipadukan dengan pola lingkaran  pada penutup  atap yang berbentuk kubah. Terdapat kubah kecil mengelilingi kubah utama, sehingga bentuknya memusat serta simetris.



2.    Sistem Struktur
Sistem struktur Masjid Kubah Emas menggunakan Konstruksi Beton pada setiap kolom-kolom dan atap nya.



3.    Penyelesaiaan / Finishing struktur
•    Dinding
Bagian dalam (interiornya) dilapisi dengan mosaic yang terbuat dari batu alam warna-warni yang menggambarkan ajaranNya. Penyelesaian dinding menggunakan batu alam warna-warni yang menggambarkan ajaranNya, dimana terdapat banyak kaligrafi-kaligrafi islami.


•    Kolom
Kolom-kolomnya konstruktif ber lapis batu granit berjumlah 168 buah, dengan kepala tiang (capital) bergaya Korintia dan Komposit berlapis bahan prado atau sisa emas.


2.4 Utilitas

1.    Pencahayaan
Bangunan dengan luas 8.000 m2 ini memaksimalkan cahaya matahari sebagai sumber penjahayaan alami. Banyakna bukaan pada dinding memungkinkan cahaya matahari dapat masuk secara merata ke bagian dalam masjid pada siang hari, sedangkan pada malam hri pencahayaan menggunakan lampu dengan berbagai jenis, bagian kubah yang bermotif awan diterangi dengan cahaha lampu berwarna  biru keunguan untuk member efek seperti langit pada malam hari. Pada bagian kubah juga terdapat lampu gantung yang cukup besar untuk menerangi bagian tengah ruang shalat sedangkan pencahayaan pada bagian pinggir ruang shalat menggunakan down ligh yang terdapat pada plafon.




2.    Penghawaan
Selain jendela berpenutup kaca pada bagian dinding juga banyak terdapat ornamen berlubang yang berfungsi sebagai fentilasi, hal ini dimaksudkan agar penghawaan dalam masjid dapat tersirkulasi dengan maksimal. Pada bagian tengah ruang shalat terdapat void cukup luas sehingga atap menjadi sangat tinggi pada bagian ini, hal ini juga cukup berpengaruh tehadap penghawaan dalam masjid. Meskipun penghawaan alami sangat maksimal namun bangunan ini tetap menggunakan AC sebagai penghawaaan buatan, hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi pada saat masjid dipenuhi oleh jamaah. AC yang digunakan pada masjid Kubah Emas adalah AC Split dan AC Unit. 


Data Objek Pengamatan

  • Nama objek    : Wihara Dharma Bakti
  • Fungsi             : Pusat Ibadah Umat Budha
  • Luas Lahan     : 1.200 meter persegi
  • Dibangun        : Berdiri sejak lebih kurang 400 tahun yang lalu         
  •        ( Abad 16 M )
  • Pengelola        : Yayasan Vihara Dharma Bakti
  • Alamat            : Jl Kemenangan III No. 13 Kel. Glodok, Kec. Taman Sari,
  •  Jak-Bar
  • Arsitektur       : Gaya Langgam China.
  • Arsitek            : Letnan Quo Xun Guan.
 
Support : Arsitektur Universitas Lampung | udherdhoank | Poetra_sesano | Suwan_Onek
Copyright © 2013. Arsitektur Unila
Template Created by Creating Website Published by Arsitektur Unila
Proudly powered by Blogger